Nov 16, 2017
1366

Ketika mendengar kata stasiun biasanya yang terbesit di dalam pikiran ialah kereta api maupun pengisian bahan bakar. Tetapi, stasiun yang satu ini berbeda dan unik. Stasiun pencucian pari manta. Lokasi ini menjadi salah satu tempat wisata yang bisa disambangi bila berlibur ke Kepulauan Raja Ampat, Papua.

Stasiun pencucian pari mantan merupakan lokasi tempatnya ikan-ikan ini bersolek. Sama dengan manusia, diam-diam pari manta suka membersihkan dirinya. Bahkan, ikan yang bisa mencapai 8 meter ini membutuhkan waktu berjam-jam untuk membuat tubuhnya bersih.

Aktivitas unik ini pun menjadi lokasi buruan wisatawan yang berkunjung ke Raja Ampat. Mereka umumnya penasaran ketika disebutkan nama tempat wisata tersebut. Mungkin yang dipikirkan ialah sebuah tempat yang menjadi lokasi tempat pembersihan pari manta oleh sejumlah petugas kebersihan. Namun, pemandangan itu salah, karena aksi bersih-bersih pari manta dikerjakan oleh ikan-ikan kecil.

Ikan-ikan kecil yang umumnya anglefish dengan lahap menyantap parasit yang ada di tubuh pari manta. Layaknya tempat pencucian mobil, usai membersihkan satu ikan, maka ikan-ikan kecil itu akan berpindah ke pari manta lainnya yang sudah menunggu untuk dibersihkan. Uniknya lagi, pari manta itu antri untuk bisa dibersihkan oleh pasukan ikan kecil tersebut.

Bayangkan, wisatawan bisa berlibur di dalam laut sembari menyaksikan langsung di atas kepala bagaimana aktivitas pari manta tengah dibersihkan oleh ikan-ikan kecil.

Aksi bersolek pari manta ini bukan tanpa tujuan. Mereka paham betul supaya parasit di tubuhnya bisa hilang, karenanya membiarkan ikan-ikan kecil menyantapnya. Selain itu, bersih-bersih diri ala pari manta juga bisa menghindari tubuh ikan tersebut dari infeksi terhadap luka yang ada di badannya.

Stasiun pencucian pari manta terdapat dua lokasi di Waigeo. Untuk bisa menyaksikan atraksi ini, wisatawan perlu waspada. Karena arus di sekitar pencucian cukup deras, sehingga dibutuhkan tali yang dikaitkan ke tubuh. Sehingga keselamatan wisatawan bisa tetap terjaga.

Selain itu, supaya tidak mengganggu proses bersih-bersih yang dilakukan pari manta. Maka sebaiknya wisatawan didampingi pemandu (guide). Selain lebih aman, bersama guide juga bisa memastikan agar salon kecantikan pari manta ini tetap beroperasi, jika tidak hati-hati maka ikan bisa kabur sehingga tak ada aktivitas yang bisa disaksikan.

Liburan ke Waigeo, wisatawan bisa memulai perjalanan dari Jakarta ke Bandara Sorong. Selanjutnya, dari Bandara Domine Eduard Osok, Sorong wisatawan bisa melanjutkan ke Pelabuhan Sorong menuju Waisai, menggunakan kapal lambat maupun cepat dengan estimasi biaya Rp 100 hingga 150 ribu. Setelah perjalanan kurang lebih tiga jam, maka berpetualang di Kepulauan Raja Ampat termasuk Waigeo bisa dilakukan dengan kapal cepat maupun lambat.

Jalan-jalan ke Kepulauan Raja Ampat, maka disarankan untuk membawa bujet lebih. Karena, biaya kehidupan sehari-hari di sana berbeda dengan di Jakarta. Yakni, mengikuti harga-harga yang ada di Provinsi Papua.

Untuk diketahui, Kepulauan Raja Ampat menjadi salah satu rumah bagi pari manta. Ikan besar ini tergolong sebagai spesies pari yang biasa hidup di perairan tropis. Pari manta masuk sebagai golongan hewan yang terancam punah, sebagaimana banyak dilansir berbagai lembaga konservasi internasional.

Pari manta, dalam bahasa spanyol berartu pari selimut. Ikan ini memiliki tubuh lebar menyerupai sayap, ukurannya bisa mencapai 5 hingga 8 meter dengan berat hingga 3 ton. Ciri khas ikan ini adalah sepasang sirip kecil seperti tanduk yang terdapat di kepalanya. Sirip itu untuk menyaring plankton yang menjadi makanan utamanya. (L-FAU / Foto: Sofian raflesia / Flickr)