Jun 12, 2017
250

Kesempatan untuk menjajal indahnya alam Bali Utara akan terwujud bagi Anda penggemar lomba lari lintas alam. Plataran X-Trail 2017 akan diadakan di Plataran L’Harmonie, Taman Nasional Bali Barat pada Sabtu, 22 Juli 2017. Lomba lari perdana ini mengundang peminat lari dari semua tingkatan sekaligus mengajak kepedulian dan kesadaran pada alam yang keberlanjutan.

Screen Shot 2017-06-12 at 10.15.24Plataran X Trail 2017 adalah acara yang berskala internasional dan merupakan bagian dari Asian Trail Master Series, sebuah acara yang diikuti oleh lebih dari 500 peserta. Acara ini digelar oleh Plataran Indonesia dengan desain teknis dan implementasi oleh Asia Trail Master dan EgonTrails.

Plataran X-Trail 2017 menawarkan jalur lintas alam yang berbeda yang dapat dinikmati semua orang. Ada kategori 50 KM untuk pelari berpengalaman, 25 KM untuk pelari menengah, dan 7,1 KM untuk pelari pemula. Selain menampilkan keindahan alam Taman Nasional Bali Barat, selepasnya pelari akan diajak untuk melepaskan burung Jalak Bali kembali ke alam bebas.

BNI Plataran X Trail • 2017 - Map 7.1KBNI Plataran X Trail • 2017 - Map 25KBNI Plataran X Trail • 2017 - Map 50K-2

Sebagai lokasi lomba lari, Taman Nasional Bali Barat (TNBB) menyajikan ekosistem hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, evergreen, savana, dan ekosistem river rain forest. Taman Nasional Bali Barat (TNBB) berada di ujung barat Pulau Bali, sekira 2 km dari Pelabuhan Gilimanuk. Wilayahnya berada di 2 kabupaten, yaitu Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana.

Taman Nasional Bali Barat memiliki keanekaragaman hayati laut berupa terumbu karang dan biota laut, serta vegetasi mangrove, hutan rawa payau, savana, juga hutan musim. Selain itu, Taman Nasional Bali Barat juga merupakan salah satu kawasan pelestarian alam dengan ekosistem asli dan habitat terakhir bagi burung jalak bali.

test1

Selain wisata alam, kawasan TNBB juga menawarkan wisata sejarah dan religi. Di Teluk Terima, terdapat Makam Jayaprana, yang sering dikunjungi dan menjadi tempat untuk upacara keagamaan umat Hindu. Di Cekik, terdapat sebuah Monumen Operasi Lintas Laut Banyuwangi-Baliyang dibangun untuk  mengenang sejarah perjuangan Angkatan Laut Republik Indonesia yang menyeberang dari Banyuwangi (Jawa) ke Bali saat mempertahankan kemerdekaan RI di tahun 1946.